<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>CIRAXAS RABBIT</title>
	<atom:link href="http://ciraxasrabbit.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ciraxasrabbit.wordpress.com</link>
	<description>Pecinta Kelinci di Daerah Ciracas Jakarta TImur</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Mar 2009 06:45:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ciraxasrabbit.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/58bf9de3fbd2dae6afaf9beeac01ae8d?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>CIRAXAS RABBIT</title>
		<link>http://ciraxasrabbit.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ciraxasrabbit.wordpress.com/osd.xml" title="CIRAXAS RABBIT" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ciraxasrabbit.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>KUMPULAN ARTTIKEL</title>
		<link>http://ciraxasrabbit.wordpress.com/2008/12/30/kumpulan-arttikel/</link>
		<comments>http://ciraxasrabbit.wordpress.com/2008/12/30/kumpulan-arttikel/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 23:03:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myduit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ciraxasrabbit.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[============================================================================ Penyakit kelici Sumber : tentangkelici.wordpress.com Nah untuk posting kali ini abang rabbit mau membahas penyakit kelinci yang sering menyebabkan kematian : Enteritis Kompleks Penyakit ini menyerang alat pencernaan, dan menjadi penyebab kematian paling umum pada kelinci di peternakan. Korbannya anak-anak kelinci yang masih menyusu. Anak kelinci yang sembuh dari penyakit ini pertumbuhan selanjutanya kurang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ciraxasrabbit.wordpress.com&amp;blog=5268437&amp;post=47&amp;subd=ciraxasrabbit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]-->============================================================================</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Penyakit kelici </strong></p>
<p>Sumber : tentangkelici.wordpress.com</p>
<p>Nah untuk posting kali ini abang rabbit mau membahas penyakit kelinci yang sering menyebabkan kematian :</p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Enteritis Kompleks Penyakit      ini menyerang alat pencernaan, dan menjadi penyebab kematian paling umum      pada kelinci di peternakan. Korbannya anak-anak kelinci yang masih      menyusu. Anak kelinci yang sembuh dari penyakit ini pertumbuhan      selanjutanya kurang baik. Dikalangan peternak, penyakit ini di kenal      dengan beberapa nama, antara lain kembung, mencret, dan bloat. Penyebabnya      bisa karena udara lembap, basah, atau terkena angin malam secara langsung,      dan cuaca jelek. Kembung juga bisa di sebabkan salah makanan, karena      perbandingan serat kasar,protein, dan lemak tidak tepat. Gejala kembung,      kelinci berdiri dengan posisi membungkuk, kaki depan agak maju. Daun      telinga turun, mata suram memincing. Gigi berkerokot menahan sakit.      Kelinci tampak haus, selalu mendekati air minum. Kaki depan di masukkan ke      dalam tempat air minum. Ketika buang kotoran, warnanya hijau gelap, bau,      lendir menggantung pada dubur. Penyebabnya kandungan serat kasar pakan      terlalu tinggi, lebih dari 22%. Pengobatannya dapat dilakukan dengan      menyingkirkan hijauan dan air minum yang tersedia.Selama satu hari kelinci      diberi pakan hay atau daun kacang kering, diobati dengan antibiotik yang      di berikan pada makanan induk yang sedang menyusui atau ke dalam air      minumnya. Setelah sembuh dapat diberi pakan seperti biasa. Secara umum      enteritis kompleks terjadi karena kelinci salah makanan, jenis makanan      yang di berikan tidak cocok atau sering berubah macamnya, terlalu banyak      makan hijauan basah, cuaca jelek,kondisi kandang jelek, dan anak kelinci      terlalu cepat disapih. Kelinci dewasa yang kurang serat kasar, atau anak      kelinci yang terlalu banyak memeperoleh serat kasar juga mudah terserang enteritis      kompleks.</li>
</ul>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Pasteurellosis Penyakit ini      sering menyerang kelinci dewasa, baik jantan maupun betina. Penyakit ini      menyerang alat pencernaan. Penyebabnya kuman Pasteurella multocida.      Serangan dimulai dari saluran pencernaan bagian atas. Infeksinya menjalar      pada organ-organ lain, terutama uterus, testicles, dan kelenjar susu.      Pencegahannya dapat dengan membuang kotoran yang lebih sering dengan      dikombinasikan adanya ventilasi yang baik dapat mengurangi timbulnya      penyakit karena pasteurellosis.</li>
</ul>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Young Doe Syndrome Penyakit      ini terjadi pada kelinci-kelinci betina pada kelompok kelahiran yang      pertama dan kedua. Penyebabnya adalah septicemia akibat mastitis sehingga      terjadi bengkak pada kelenjar susu. Kuman stapphylorus aureus memasuki      kelenjar susu melaui luka pada kelenjar atau puting susu. Karena mastitis,      suhu badan induk panas, nafsu makannya kurang. Puting susu bengkak dan      keras, sehingga induk tak mau menyusui anaknya. Anaka-anak kelinci mati      karena tak mendapatkan susu dari induknya. Induk sakit diisolasi.      Penyakitnya dapat di sembuhkan kalau belum terlambat. Obatnya, suntikan      dengan Penicilin, Dexatozoon, Sulmethonl, Sulfa Strong atau Oxylin. Selain      itu, kandang dibersihkan, di semprot atau di cucui dengan Asepto.      Anak-anak kelinci selama induknya sakit di pelihara di kandang lain,      diberi Rabbit milk, atau lebih mudahnya bisa di berikan susu kambing etawa      sebagai alternatif.</li>
</ul>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Kokkidiosis, Penyakit ini      terutama menyerang kelinci yang di pelihara di atas lantai. Penyebabnya      kuman parasit (protozoa) yang menyerang usut atau hati. Parasit yang      menyerang hati banyak menimbulkan kematian pada anak kelinci. Hati yang      terserang kokkidiosis terlihat bercak-bercak puktih kalau di bedah.      Penularan penyakit lewat mulut. Bibit penyakit lewat mulut. Bibit penyakit      tertelan lewat makanan, air minum, atau sesuatu yang mengandung penyakit      yang dijilati kelinci.Pada musim hujan yang panjang dan kondisi peternakan      kotor, serangan penyakit ini mudah sekali timbul. Gejala nya kokkidiosis      antara lain nafsu makan turun, badan kurus, lesu, dan berat badan terus      merosot. Gigi berkerot-kerot menahan sakit, beraknya mencret bercampur      darah atau berlendir putih. Pengobatannya, kelinci sakit di obati dengan      obat-obatan yang mengandung sulfa untuk menghambat diare. Misalnya, sulfa      quinoxalin, Trisulfa, Sulfa Strong, dan Noxal. Dapat juga diobati dengan      Stop Diare yang mengandung Tetracycline, atau Eludron yang berupa obat      tetes. Sanitasi kandang dan lingkungan dilakukan ketat. Kandang harus      bersih dan berventilasi baik. Udara dalam kandang pun segar karena      sirkulasinya bagus. Membatasi kunjungan orang dipeternakan dan menjaga      kualitas ransum agar bersih dan bermutu baik juga harus dilakukan.</li>
<li class="MsoNormal">Sembelit penyakit ini      menunjukkan gejala tak bisa berak. Kencing sedikit sekali. Kelakuan      kelinci sangat gelisah. Penyebabnya, pemberian ransum kering kurang      diimbangi dengan kebutuhan air minum yang cukup. Imbangan serat kasar      dalam ransum kering dengan pakan hijauan kurang tepat. Kelinci kurang      gerak karena kandang terlalu sempit. Pengobatannya dilakukan dengan      memberi kelinci air minum sebanyak-banyaknya. Sediakan banyak hijauan,      sayuran, atau buah-buahan. Selain itu, lepaskan kelinci di luar kandang      agar mendapat udara segar dan bergerak sebanyak-banyaknya. Pakan yang      seimbang antara ransum kering dan hijauan dapat mencegah terjadinya      sembelit. Air minum dicukupi, tambahkan vitamin dan mineral untuk      pelengkap gizinya. Kandang yang sudah sempit diganti dengan yang lebih      lebar agar kelinci yang tinggal di dalamnya nyaman.</li>
<li class="MsoNormal">Pilek, gejalanya mudah      hidung kelinci mengeluarkan lendir berwarna jernih atau keruh, selain itu      juga sering bersin-bersin. Kaki depan selalu berusaha menggaruk hidung.      Kaki dan bulu badannya ikut basah. Mata sembap, basah, berair. Penyebab      penyakit susah dipastikan, mungkin bakteri atau virus. SIfat penyakit      sangat menular, menyerang selaput lendir pada saluran hidung. Infeksi      dapat menyebar ke tenggorok dan paru sehingga menimbulkan sesak napas.      Langkah penanganannya, penderita harus di rawat. Hidung yang penuh ingus      disemprot larutan antiseptik, kerak yang mengeras dibersihkan dengan air      hangat. Obati kelinci dengan antibiotik seperti Penicilin atau Anticold.      Penyakit pilek mudah timbul kalau lingkungan kandang lengas dan basah.      Sirkulasi udara yang jelek cepat membantu penyebarannya. Penularan pilek      dapat dicegah kalau sanitasi kandang baik, populasi kandang tidak padat,      volume pakan cukup dan tinggi nilai gizinya, ternak banyak bergerak, dan      cukup mendapat sinar matahari pagi setiap hari.</li>
<li class="MsoNormal">Pneumonia alias radang paru      menyerang alat pernapasan, yaitu paru-paru. Penyebabnya kuman Pasteurella      Multocida. Gejalanya, kepala sering diangkat tinggi-tinggi karena susah      bernapas. Mata dan telinga kebiru-biruan, kadang-kadang keluar cairan      bernanah. Kotorannya encer. Penyakit ini biasanya menyerang kelinci yang      kondisi badannya agak menurun, terutama induk menjelang melahirkan anak      kedua atau ketiga kalinya. Penyebab awal,kelinci di kandang sering terkena      aliran angin langsung., udara di dalam kandang lembap, dan pakan bergizi      buruk.Penyakit radang paru sukar disembuhkan, kecuali kalau penderita      memperoleh pengobatan ketika gejala sakit masih pada tahap permulaan.      Obatnya Penicillin, Oxylin, atau Sulfa Strong yang diberikan lewat      suntikan.</li>
<li class="MsoNormal">Kudis, penyakit ini      menimbulkan gatal-gatal. Bagian tubuh yang terserang mula-mula kepala,      lalu menjalar ke mata, hidung, kaki, dan kemudian seluruh tubuh.      Penyebabnya kutu Sarcoptes Scabiei sehingga penyakitnya disebut      scabesiosis alias kudis. Kutu kudis berbentuk hampir bulat, berkaki empat      pasang. Kutu jantan berukuran 0,2-0,24 mm, sementara betina 0,33-0,6 mm,      kutu berkembang biak dengan telur, sekali bertelur 40-50 butir. Kutu      betina masuk di bawah kulit dengan merusak lapisan kulit bagian atas.      Kerusakan kulit menimbulkan luka dan gatal-gatal. Akibatnya timbul infeksi      kulit. Kulit kemerah-merahan, bulu rontok, disertai gatal-gatal yang      menyiksa. Saking seringnya kelinci menggaruk-garuk dan menggosok-gosokkan      badan pada dinding kandang, seluruh badan kelinci akan penuh koreng.      Badannya cepat kurus, makan tak mau, dan akhirnya bisa mati. Kelinci      terkena kudis harus disingkirkan di kandang isolasi. Bersihkan kandang      yang dihuni, lalu disemprot disenfektan (obat pembasmi hama; Asuntal,      Neguvan, Notick) dengan cermat. Kandang dijemur dan dibiarkan kosong      minimal sampai 15 hari. Untuk penanganannya,kelinci sakit di cukur bulunya      di sekitar bagian yang kudisan. Cuci lukanya dengan air hangat. Setelah      bersih dan di lap kering, olesi luka dengan obat kudis, misalnya salep      belerang, Caviam, atau Scabicid Cream. Pengobatan dilakukan setiap dua      hari sekali.</li>
<li class="MsoNormal">Kanker Telinga, penyakit      ini di tandai rasa gatal dan sakit pada telinga yang terserang. Kepala      sering digoyang-goyangkan dan di geleng-gelengkan. Daun telinga      digosok-gosokkan segingga kulit telinganya yang putih menjadi kemerah-merahan.      Cairan keluar dari jaringan yang rusak, lalu mengeras membentuk kerak.      Kelinci yang terserang menjadi kurus karena gelisah dan tak tenang.      Penyakit ini di sebabkan kutu yang hidup di permukaan kulit sebelah dalam      telinga. Pada pangkal telinga agian dalam terdapat endapan sisik      kekuning-kuningan. Kelinci yang sehat hidup berdekatan dengan penderita      harus ikut diobati karena penyakit mudah menular. Bagian telinga yang      terserang diolesi dengan obat pembasmi kutu. Obat dibuat dengan campuran 1      bagian jodium, 25 bagian minyak kelapa, dan 10 bagian alkohol. Obat di      oleskan menggunakan kapas.</li>
</ul>
<p>oke deh teman-teman segitu dulu yaa abang rabbit nulis ttg aneka penyakit kelinci. Sebenarnya sih masih banyak lagi, masih ada Ring worm, Favus, dll.</p>
<p class="MsoNormal">====================================================================</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Pemeliharaan</strong></p>
<p class="MsoNormal">Sumber : IPTEK.NET.ID</p>
<ol>
<li> Sanitasi dan Tindakan Preventif<br />
Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi                      sarang penyakit. Tempat yang lembab dan basah menyebabkan                      kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit.</li>
<li> Pengontrolan Penyakit<br />
Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu,                      nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci                      menunjukkan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar                      juga segera disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit.</li>
<li> Perawatan Ternak<br />
Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu.                      Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3                      ekor/kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas.                      Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang                      terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang dewasa.                      Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.</li>
<li> Pemberian Pakan<br />
Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput                      lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung,                      daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan                      penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah,                      sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan                      ini perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli                      di toko pakan ternak. Pakan dan minum diberikan dipagi hari                      sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur                      sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya                      dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak.                      Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi                      kebutuhan cairan tubuhnya.</li>
<li> Pemeliharaan Kandang<br />
Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan                      kotoran kelinci setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari                      timbulnya penyakit. Sinar matahari pagi harus masuk ke kandang                      untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang dicat dengan                      kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit<br />
dibersihkan dengan kreolin/lysol.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ciraxasrabbit.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ciraxasrabbit.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ciraxasrabbit.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ciraxasrabbit.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ciraxasrabbit.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ciraxasrabbit.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ciraxasrabbit.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ciraxasrabbit.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ciraxasrabbit.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ciraxasrabbit.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ciraxasrabbit.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ciraxasrabbit.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ciraxasrabbit.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ciraxasrabbit.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ciraxasrabbit.wordpress.com&amp;blog=5268437&amp;post=47&amp;subd=ciraxasrabbit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ciraxasrabbit.wordpress.com/2008/12/30/kumpulan-arttikel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5953df61213477207d09fb049809b45b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myduit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CIRAXAS RABBIT</title>
		<link>http://ciraxasrabbit.wordpress.com/2008/10/23/kelinci-binatang-yang-lucu/</link>
		<comments>http://ciraxasrabbit.wordpress.com/2008/10/23/kelinci-binatang-yang-lucu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 05:27:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myduit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ciraxasrabbit.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI SEMOGA DAPAT MEMBANTU ANDA DALAM MENEMUKAN  PENGETAHUAN MENGENAI  KELINCI DALAM PEMELIHARAAN . MUDAH MUDAHAN KAMI DAPAT MENAMBAH ILMU PERKELENCIAN DI INDONESIA.  SAAT INI  KAMI SEDANG MENGEMBANGKAN  DAN MEMELIHARA JENIS DUTCH, DWARF HOTOT, BLACKHOTOT, REX, LOP ANGGORA DAN LOKAL. KELINCI DALAM PERSPEKTIF  ILMU PENGETAHUAN Menurut sistem Binomial, bangsa kelinci diklasifikasikan sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ciraxasrabbit.wordpress.com&amp;blog=5268437&amp;post=3&amp;subd=ciraxasrabbit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-44" title="myrex01" src="http://ciraxasrabbit.files.wordpress.com/2008/10/myrex01.jpg" alt="myrex01" width="262" height="233" />SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI SEMOGA DAPAT MEMBANTU ANDA DALAM MENEMUKAN  PENGETAHUAN MENGENAI  KELINCI DALAM PEMELIHARAAN . MUDAH MUDAHAN KAMI DAPAT MENAMBAH ILMU PERKELENCIAN DI INDONESIA.  SAAT INI  KAMI SEDANG MENGEMBANGKAN  DAN MEMELIHARA JENIS DUTCH, DWARF HOTOT, BLACKHOTOT, REX, LOP ANGGORA DAN LOKAL. </strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>KELINCI DALAM PERSPEKTIF  ILMU PENGETAHUAN</strong></p>
<p>Menurut sistem Binomial, bangsa kelinci diklasifikasikan sebagai berikut :<br />
Ordo : Lagomorpha<br />
Famili : Leporidae<br />
Sub famili : Leporine<br />
Genus : Lepus, Orictolagus<br />
Spesies : Lepus spp., Orictolagus spp.<br />
Jenis yang umum diternakkan adalah American Chinchilla, Angora, Belgian,<br />
Californian, Dutch, English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New<br />
Zealand Red, White dan Black, Rex Amerika. Kelinci lokal yang ada<br />
sebenarnya berasal dari dari Eropa yang telah bercampur dengan jenis lain<br />
hingga sulit dikenali lagi. Jenis New Zealand White dan Californian sangat baik<br />
untuk produksi daging, sedangkan Angora baik untuk bulu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ciraxasrabbit.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ciraxasrabbit.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ciraxasrabbit.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ciraxasrabbit.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ciraxasrabbit.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ciraxasrabbit.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ciraxasrabbit.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ciraxasrabbit.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ciraxasrabbit.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ciraxasrabbit.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ciraxasrabbit.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ciraxasrabbit.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ciraxasrabbit.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ciraxasrabbit.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ciraxasrabbit.wordpress.com&amp;blog=5268437&amp;post=3&amp;subd=ciraxasrabbit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ciraxasrabbit.wordpress.com/2008/10/23/kelinci-binatang-yang-lucu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5953df61213477207d09fb049809b45b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myduit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ciraxasrabbit.files.wordpress.com/2008/10/myrex01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">myrex01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LOKASI KAMI</title>
		<link>http://ciraxasrabbit.wordpress.com/2008/10/23/hello-world/</link>
		<comments>http://ciraxasrabbit.wordpress.com/2008/10/23/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 05:18:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myduit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[DI JL. MAHAKAM NO 39 A RT 10/6 CIRACAS JAKTIM 085216209309 32670696<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ciraxasrabbit.wordpress.com&amp;blog=5268437&amp;post=1&amp;subd=ciraxasrabbit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>DI JL. MAHAKAM NO 39 A RT 10/6 CIRACAS JAKTIM 085216209309 32670696</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ciraxasrabbit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ciraxasrabbit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ciraxasrabbit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ciraxasrabbit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ciraxasrabbit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ciraxasrabbit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ciraxasrabbit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ciraxasrabbit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ciraxasrabbit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ciraxasrabbit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ciraxasrabbit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ciraxasrabbit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ciraxasrabbit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ciraxasrabbit.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ciraxasrabbit.wordpress.com&amp;blog=5268437&amp;post=1&amp;subd=ciraxasrabbit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ciraxasrabbit.wordpress.com/2008/10/23/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5953df61213477207d09fb049809b45b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myduit</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
